MANADO – GlobalNewsNusantara.id
Aksi damai puluhan mahasiswa asal Papua di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara, Senin (27/04/2026), mendadak viral dan menjadi sorotan publik nasional. Aksi yang berlangsung tertib dan penuh pesan kemanusiaan ini bahkan menarik perhatian langsung jajaran pimpinan kepolisian di Sulut.
Dengan disiplin tinggi, para mahasiswa menyuarakan aspirasi terkait kondisi keamanan masyarakat sipil di tanah Papua. Mereka menegaskan, aksi ini bukan bentuk perlawanan, melainkan panggilan hati nurani untuk mendorong pemerintah lebih serius menjamin keselamatan dan hak hidup warga sipil.
Berbagai poster berisi pesan moral dan seruan kemanusiaan dibentangkan. Secara bergantian, mahasiswa menyampaikan orasi yang menekankan pentingnya keadilan, perlindungan hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Aksi ini semakin kuat dengan keterlibatan sejumlah organisasi mahasiswa seperti IMPA, AMPT-PI, dan KNBP-KI, yang menunjukkan soliditas gerakan dalam mengawal isu kemanusiaan secara damai, terstruktur, dan berintegritas.
Yang menarik, aksi ini mendapat perhatian langsung dari jajaran elite Polda Sulut. Terlihat hadir Direktur Intelkam Kombes Pol Sugeng Prayitno, Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, Direktur Binmas Kombes Pol Rio Panelewan, serta Karo Ops Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli. Dari Polresta Manado, Kapolresta Kombes Pol Irham Halid juga turut hadir mengawal jalannya aksi.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Rio Panelewan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Papua atas sikap tertib dan kooperatif selama aksi berlangsung.
“Aspirasi adik-adik mahasiswa Papua yang sangat tertib dan kooperatif kami apresiasi. Kami pastikan seluruh tuntutan ini akan diteruskan kepada Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke H. Lagie,” tegasnya di hadapan peserta aksi.
Koordinator aksi, Robi Magal, menyampaikan terima kasih atas respon cepat dari pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir dengan damai untuk menyuarakan hati nurani rakyat Papua.
“Kami datang dengan damai, menyuarakan kondisi masyarakat di kampung-kampung Papua. Kami mendesak adanya pengusutan secara independen dan terbuka terhadap dugaan pelanggaran HAM terhadap warga sipil,” ungkapnya.
Aksi pun berlangsung kondusif hingga selesai. Bahkan, mahasiswa sempat berdialog langsung dengan aparat di dalam halaman Mapolda Sulut. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir aman, damai, dan tertib, mencerminkan sinergi positif antara mahasiswa dan aparat dalam menjaga demokrasi yang sehat.
(Kif)








